Kamis, 31 Maret 2011

AKULTURASI BANGSA ARYA DENGAN DRAVIDA


AKULTURASI BANGSA ARYA DENGAN DRAVIDA

Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus, di India. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. Dari tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih, badan tinggi, hidung mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa (Peradaban Lembah Sungai Indus) melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek, kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti raksasa. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. Awalnya bangsa Aria bermatapencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam. Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya.

Orang Aria mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme), dan kepercayaan bangsa Aria tersebut berbaur dengan kepercayaan asli bangsa Dravida yang masih memuja roh nenek moyang. Berkembanglah Agama Hindu yang merupakan sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan dan kepercayaan bangsa Aria dan bangsa Dravida. Terjadi perpaduan antara budaya Arya dan Dravida yang disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Istilah Hindu diperoleh dari nama daerah asal penyebaran agama Hindu yaitu di Lembah Sungai Indus/ Sungai Shindu/ Hindustan sehingga disebut kebudayaan Hindu yang selanjutnya menjadi agama Hindu. Daerah perkembangan pertama agama Hindu adalah di lembah Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta (Negeri bangsa Arya) dan Hindustan (tanah milik bangsa Hindu).

orang Arya percaya dan memuja banyak dewa (Polytheisme). Bagi mereka, tiap-tiap dewa merupakan lambang kekuatan terhadap alam sehingga perlu disembah/ dipuja dan dihormati. Contoh dewa dalam kepercayaan bangsa Arya:
Pretivi sebagai dewa Bumi, Surya sebagai Dewa Matahari, Vayu sebagai Dewa Angin, Varuna sebagai Dewa Laut, Agni sebagai Dewa Api.
Dalam ajaran agama Hindu dikenal 3 dewa utama, yaitu:
Brahma sebagai dewa pencipta segala sesuatu.
Wisnu sebagai dewa pemelihara alam
Siwa sebagai dewa perusak
Ketiga dewa tersebut dikenal dengan sebutan Tri Murti

bangsa Dravida adalah bangsa kulit hitam yang pertama kali mendiami India, tepatnya di lembah Sungai Indus sekitar 5000 tahun lalu. bukti peninggalannya adalah bangunan, jalan, saluran air, kerajinan patung dan tulisan berbentuk simbol-simbol yang diukir pada batu dan logam.
peradaban Dravida di India berakhir seiring kedatangan bangsa Arya (kulit putih) sekitar 4000 tahun lalu, selanjutnya karena terdesak, bangsa Dravida beralih ke selatan, dan kini sisa-sisa suku mereka ada di India bagian selatan dan Sri Lanka
Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan di wilayah India, pendukung kebudayaan kuno India terdiri dari 2 bangsa yaitu; suku bangsa Dravida dan Arya. Keduanya merupakan unsur utama
kebudayaan India dan saling melengkapi. Perbedaanya adalah bangsa Dravida merupakan penduduk asli India, sedangkan suku bangsa Arya merupakan bangsa pendatang dari arah Utara. Hal ini dapat dilihat secara kasat mata melalui bentuk fisik keduanya.

Dibandingkan dengan suku bangsa Arya, suku bangsa Dravida lebih rendah tingkat kebudayaanya. Namun satu hal yang patut dicatat sejarah adalah suku bangsa Dravida meninggalkan satu monument sejarah yang menjadi bukti tingginya budaya mereka. Peradaban suku bangsa Dravida berpusat di tepi sungai Indus (Shindu). Peninggalan tersebut adalah reruntuhan kota tua Mohenjo Daro-Harrapa. Dari reruntuhan tersebut dapat ditemukan bukti-bukti keberadaan sebuah tata kota modern peninggalan suku bangsa Dravida 2000 tahun SM. Ciri-ciri tersebut diantaranya:
a.Bangunan-bangunan dibuat secara teratur
b.Jalan-jalan lurus dan teratur
c.Terdapat saluran pembuangan air
d.Rumah-rumah dilengkapi dengan kamar mandi
e.Terdapat pemandian umum/ kolam renang

Bukti keunggulan budaya suku bangsa Dravida yang lain adalah:
a.Telah mengenal sistim tata kota modern
b.Mengenal meterai dan mata uang
c.System transportasi dengan kereta kuda
d.Mengenal tulisan
e.Pembagian masyarakat dalam 4 golongan
Kebudayaan Lembah Sungai Gangga merupakan campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan kebudayaan bangsa Dravida. Kebudayaan ini lebih dikenal dengan kebudayaan Hindu. Daerah-daerah yang diduduki oleh bangsa Indo-Arya sering disebut dengan Arya Varta (Negeri Bangsa Arya) atau Hindustan (tanah milik bangsa Hindu). Bangsa Dravida mengungsi ke daerah selatan, kebudayaannya kemudian dikenal dengan nama kebudayaan Dravida.

1 komentar:

  1. Makaseh ya, SeekorYunus ngunjungin blog kamu lho. gue lagi nyari tugas. Kunjungan balinknya ditunggu :) seekoryunus.com :p

    BalasHapus